Kamis, 20 Juni 2013


FENOMENA PIRAMIDA GARUT “JAWA BARAT”



Mungkin teman-teman pati tahu tentang PIRAMID Atau PIRAMIDA ? ya Piramid / Piramida itu adalah konstruksi bangunan yang sudah digunakan sejak lama oleh bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya, digunakan sebagai makam raja-raja masa dahulu serta sarana ibadah (pemujaan).
Indonesia punya piramida ? Ya, letaknya di Gunung Sadahurip, Desa Sukahurip Kec. Pangatikan, Kabupaten Garut , Jawa Barat. Piramida merupakan struktur bangunan limas dengan beberapa sisi, banyak terdapat di Mesir dan di Semenanjung Yucatan, bagian utara Meksiko yang menjadi pusat peradapan bangsa Maya. Fungsi piramida itu sendiri antara lain sebagai tempat pemujaan, makam penguasa dan lumbung pangan. Selain di kedua lokasi tersebut, piramida juga dikabarkan terdapat di Cina (Provinsi Xaanshi), bahkan Segitiga Bermuda.
Keberadaan Piramida di Garut, terungkap ketika Tim Katastropik Purba menemukan fakta, bahwa bangunan berbentuk limas yang terpendam sampai lima meter dari Gunung Sadahurip, merupakan sebuah piramida yang umurnya lebih tua dari pramida Giza di mesir. Piramida Giza yang tempatnya berlokasi di Nektropolis merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia, diduga pembangunannya berlangsung selama 20 tahun dan dapat dirampungkan tahun 2560 sebelum masehi, (SM). Menurut hasil penelitian secara intensif dan uji karbon, dapat dipastikan piramida Garut lebih tua dibading piramida Giza.
Uji karbon sendiri sebenarnya mulai diterapkan sekitar tahun 1940-an, terutama ketika waktu paruh radiokarbon dapat diketahui, yaitu 5.568 tahun. Oleh sebab itu semua benda yang mengandung unsur radiokarbon dapat dilacak umurnya. Namum benda yang lebih tua dari 70.000 tahun, tidak dapat dilacak, karena unsur radiokarbonnya sudah habis meluruh.
Pertanyaan mengenai kepastian keberadaan Piramida di Garut di sampaikan oleh Andi Arief, staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Menurutnya, dari beberapa gunung yang didalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji karbon dating, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza. Sebelumnya, Tim Bencana Katastropik Purba yang beranggotakan ahli-ahli kebumian dari lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi di Indonesia yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana akan mengusulkan kepada Presiden, supaya obyek riset yang meliputi Gunung Kalendong, Gunung Putri (Gunung Sadahurip, lokasi dimana piramida ditemukan), dan Gunung Haruman (Semuanya di kabupateng Garut, Provinsi Jawa Barat), dijadikan cagar budaya. Hal itu setelah melalui metoda ilmu kebumian, meneliti sumber-sumber bencana alam dan melacak informasi dari masa lalu yang berkaitan dengan kejadian bencana alam katastropik.
Menurut Koordinator Tim Bencana Katastropik Purba, Erick Ridzky, bahwa penelusuran yang dilakukan berdasarkan kajian morfologi dan geologi detil, dengan memanfaatkan peta-peta GIS Digital Elevation Map (DEM) citra satelit beresolusi tinggi. Langkah-langkah pengembangan metode tomografi dan pencitraan struktur bahwa permukaan dengan menggunakan peralatan geofisika terkini. Termasuk metoda geolistrik, georadar, elektromagnetik, dan magneto -graviometer, telah memetahkan stuktur anomali dari obyek penelitian ketiga gunung tersebut. Pemeriksaan materi dan analisis radiomatric dating atau penentuan umur bantuan (Lapisan) juga telah dilakukan.
Temuan piramida di Garut mengungkapkan peradaban tingkat tinggi di tanah Pasundan itu pada sekitar 4600 tahun yang lalu. Angka tersebut diperoleh dari fakta penelitian, bahwa Piramida di Garut lebih tua dibanding Piramida Giza di Mesir yang selesai pembangunannya tahun 2560 SM. Sebagaimana diketahui, untuk membangun sebuah piramida diperlukan teknologi konstruksi, teknologi bahan (Material), serta kemampuan manusia baik secara kualitas maupuun kuantitas. Untuk menyelesaikan sebuah piramida diduga memerlukan waktu 20 tahun, dengan melibatkan sekitar sepuluh ribu orang.
Sebagaimana lokasi piramida di Mesir atau Meksiko, biasanya diwarnai dengan berbagai mitos dan legenda. Begitupula lokasi piramida Gunung Sadahurip, oleh warga setempat dianggap keramat, meskipun disekitar lokasi banyak kejadian lahan budidaya tanaman palawija dan sayuran. Para peneliti dari dalam dan luar negeri, serta masyarakat atau wisatawan makin banyak mengkunjungi lokasi tersebut.
Letak Gunung Sadahurip di sebelah timur Kampung Cicapar, Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan, Sedangkan sebelah barat Kampung Sindanggalih, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karang tengah, Kabupaten Garut. Keberadaan piramida yang masih terpendam tersebut diyakini akan mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Garut khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Apalagi setelah dilakukan penggalikan material dan rekonstruksi bangunan, maka para wisatawan manca negara pun akan membajiri lokasi ini. Dengan sendirinya berbagai infrastruktur penunjang seperti bandara, jalan, hotel dan restoran harus disiapkan.
Keberadaan piramida di Garut menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia termasuk cikal bakal peradaban dunia. Adanya patahan gempa bumi dan erupsi gunung berapi dalam periode tertentu, antara lain berdampak pada kerusakan dan tertimbunnya pusatt peradaban dunia tersebut di perut bumi. Nah inilah salah satu hal yang dilakukan Tim Bencana Katastropik Purba, menelusuri kejayaan budaya masa lampau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar